Minggu, 13 Januari 2013

Bahaya Minuman Bersoda bagi Tubuh

Siapa yang tidak suka minuman bersoda? Tentunya ketika kita meminumnya  ketika kita merasa kepanasan pasti sangat menyegarkan bukan? Minuman bersoda tersedia di mana saja seperti kios, kafe dll. Apa Anda tahu bahaya mengkonsumsi minuman bersoda secara berlebihan? Nah, Anda bisa membacanya di bawah ini.








Membahayakan Ginjal
Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.
Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.

Meningkatkan Risiko Diabetes
Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan.
Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.

Meningkatkan Risiko Obesitas
Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas.
Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas.
Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya.

Meningkatkan Risiko Tulang Rapuh
Salah satu kandungan minuman bersoda adalah asam fosfat. Dalam suatu penelititan, asam fosfat ini bisa menyebabkan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini karena asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.
Universitas Harvard pernah membuat penelitian mengenai hal ini. Mereka mengamati seorang atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda dan yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hasilnya, atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda mengalami patah tulang 5 kali lebih banyak daripada atlet remaja yang tidak mengkonsumsi minuma bersoda.

Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas
Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat, kandungan minuman bersoda dipercaya sebagai salah satu pemicu timbulnya kanker pankreas. Dalam penelitian tersebut, 87% responden yang minimal mengkonsumsi minuman bersoda 2 kali sehari mengalami peningkatan risiko kanker pankreas.
Penelitian dilakukan terhadap 60524 responden (pengonsumsi minuman bersoda) selama 14 tahun. Hasilnya, sebanyak 87% mengalami risiko kanker pankreas yang terlihat melalui gejala-gejalanya.

Meningkatkan Kerusakan pada Gigi
Dalam suatu penelitian, 3200 orang responden mengalami kerusakan gigi akibat mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini tentu saja akibat kandungan zat gula yang ada di dalam minuman tersebut. Tak hanya itu, asam fosfat juga turut memperburuk kerusakan gigi dengan cara melarutkan kalsium gigi.

Meningkatkan Ketergantungan pada Kafein
Minuman bersoda mengandung kafein. Zat ini sejak dulu dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang ketergantungan. Meskipun kafein mempunyai efek positif terhadap tubuh, efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Misalnya, membuat jantung berdebar, insomnia, tekanan darah rendah, dan lain-lain.
Setelah menyimak bahaya-bahaya minuman bersoda tersebut, ada baiknya Anda segera mengganti menu minuman bersoda dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, susu sapi, susu kedelai, air putih, teh hijau, teh hitam, jus buah-buahan, atau yoghurt. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko penyakit-penyakit serius yang mengancam tubuh.

Fakta-fakta ilmiah dari bahaya minuman ringan berikut:
  • Minuman berkabonisasi dapat disamakan dengan memakan 10 sendok makan gula sekaligus yang mampu untuk menghancurkan Vitamin B. Kekurangan vitamin B akan menghasilkan pencernaan yang buruk, kesehatan yang buruk, ketegangan saraf, sakit kepala, sulit tidur, kecemasan dan kejang pada otot.
  • Mengandung CO2 yang menyebabkan lambung tidak dapat menghasilkan enzim yang penting untuk proses pencernaan, hal ini terjadi jika dikonsumsi saat makan atau setelah makan. Mengandung kafein yang menyebabkan peningkatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, gula darah, asam lambung meningkat, peningkatan hormon dalam darah yang kadang-kadang dapat menyebabkan peradangan dan luka pada lambung dan duodenum.


  • Mengandung asam fosfat yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lemah, terutama dalam usia pertumbuhan, yang mana mampu membuat banyak retakan pada tulang.


  • Mengandung bahan kimia buatan yang dapat merusak otak, dan menyebabkan kehilangan memori secara bertahap atau mudah lupa, serta kerusakan fungsi hati.
    Contoh: Untuk menghilangkan karat yang ada pada besi, cobalah gosok bagian yang and ingin bersihkan dengan kain yang telah dibasahi dengan Coca Cola. Coca Cola akan bereaksi dengan baik untuk dapat membersihkannya. Untuk menghilangkan noda minyak dari pakaian, campurlah Coca Cola dengan deterjen dan perhatikan noda minyak yang akan menghilang dengan lebih cepat.
    Derajat keasaman dalam minuman ringan seperti Pepsi dan Coca Cola sangatlah tinggi, cukup untuk meluruhkan gigi dan tulang dari waktu ke waktu. Tubuh kita berhenti membangun tulang setelah usia 30 tahun, dan mulai menghasilkan 8-18% per tahun sesuai dengan tingkat keasaman yang kita konsumsi (persentase keasaman tidak didasarkan pada rasa makanan, tetapi persentase kandungan kalium , klorin, magnesium, fosfor dan senyawa lainnya).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar