Jumat, 08 Juni 2012

Kehidupan semut dan lebah

Kedua jenis serangga makhluk Allah yang dikenal dengan sebutan SEMUT dan LEBAH  adalah komunitas serangga yang masing-masing memiliki karesteristik yang berbeda di satu sisi tapi disisi lain memiliki persamaan.

Semut dan lebah masing-masing hidup dalam sebuah komunitas yang memiliki struktur organisasi yang rapih,  memiliki pimpinan yang dikenal dengan sebutan “RATU SEMUT” dan “RATU LEBAH”, di samping itu ada pula bagian-bagian yang masing-masimg memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. Bidang Pertahanan dan Keamanan bertugas mengamankan dan mempertahankan komunitas masyarakatnya dari ancaman  yang datang dari luar, Bagian Pengadaan Pangan bertugas mengumpulkan bahan pangan untuk stok persediaan pangan yang disimpan dalam gudang logistik yang disediakan khusus untuk itu.
Begitu juga Bidang Konstruksi yang bertugas merancang bangun gedung hunian yang layak, aman dan nyaman dari gangguan ancaman dari pihak manapun. Dan bidang-bidang lainnya.
Boleh jadi karena dari kehidupan semut dan lebah yang begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kehidupan kedua komunitas serangga ini, Allah abadikan sebutan dalam kitab suci dengan sebutan “AN NAML” dengan Surat An Naml untuk komunitas semut dan “AN NAHL” dengan Surat An Nahl untuk komunitas lebah. Hal inilah di antara yang menarik perhatian paenulis untuk menuangkan kedalam tulisan ini, dengan harapan semoga menjadi bahan renungan dalam menjalankan roda kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, yang konon kita lihat para pengendali negeri ini seakan-akan kehilagan arah dalam membawa negeri ini, tidak hanya itu tapi dari hari kehari ada saja timbul permasalahan-permasalahan  yang tak kunjung selesai, saling sikut untuk memperebutkan jabatan dan fasilitas, angka korupsi semakin ditekan bukannya sirna tapi semakin bermunculan berbagai bentuk korup dari sekala kecil hingga sekala nasional dan bahkan mungkin sekala internasional. Pertanyaannya mengapa semua ini terjadi? Padahal usaha pengendalian masalah tersebut, dipermukaan nampak seakan telah optimal dengan dibentuknya badan ini dan badn itu dll.

  1. Perilaku Hidup Semut.
Sebagaimana kita kethui bahwa komunitas kehidupan masyarakat semut, di samping memiliki sistem organisasi yang begitu rapih, semut dalam mencari nafkah mereka tidak pernah saling berebut, yang ada mereka selau saling membantu satu sama lain, bahkan ketika mendapat bahan pangan yang tidak bisa diangkat oleh seekor semut mereka serentak bergotong royong membawa dan mengangkatnya secara bersama-sama hingga sampai ketempat penyimpanan bahan logistik untuk kepentingan bersama, Jadi tidak ada usaha untuk memperkaya diri sendiri. Demikian juga ketika mereka berjalan, misalnya migran ketempat lain, mereka tidak saling mendahului satu sama lain berebut untuk lebih duluan, tapi mereka jalan bersama demikian rapih, bahkan ketika satu sama lain papasan di jalan mereka bersalaman dan saling menginformasikan tentang hal-hal yang menjadi tugas mereka mungkin hal yang perlu segera diselesaikan. Dan yang lebih merik lagi, petugas kostruksi bangunan merancang pembuatan terowongan, mereka bekerjasama membangun yang kadang-kadang cukup panjang terowongan yang mereka bangun, tanpa ada maksud untuk mengeruk keuntungan pribadi, tapi semua itu mereka lakukan untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan bersama seluruh warga masyarakatnya sendiri.
Akan halnya ketika Arsitektur semut merancang bangunan rumah hunian komunitasnya, secara bergotong royong mereka bangun bak gedung pencakar langit penuh dengan ratusan bahkan ribuan kamar-kamar yang begitu artistik, semua bahan bangunan mereka olah sendiri dari bahan baku lumpur yang tersedia di wilayah hunian mereka,  sekedar catatan; konon dalam sebuah penelitian daya angkat beban bagi seekor semut bisa mencapai 50 x berat badan semut, sedang Gajah yang memiliki badan besar, ia hanya mampu dan memiliki daya angkat 2 x berat badannya
Sehingga bangunan yang mereka bangun cukup kuat dan aman untuk melindungi warga negaranya dari berbagai bentuk ancaman baik dalam bentuk bencana alam separti tiupan angin dan derasnya terpaan hujan, atau ancaman dalam bentuk gangguan keamanan, seperti binatang buas dan lain-lain.
Kemudian ada hal penting lain dari kehidupan masyarakat semut adalah disaat komunitasnya terganggu dan terancam oleh siapapun ia, sebagai misal ketika tak sengaja sarangnya terinjak oleh seseorang atau siapun, serentak semut-semut itu atas komando Petugas pertahanan Keamannya memerinthkan menyerang, terpaksa kaki pihak yang menginjaknya mereka gigit sejadi-jadinya, dan pihak yang menginjak pun segera meninggalkan tempat, begitu gigihnya mereka mempertahankan komunitas kehidupan masyarakatnya. Begitu juga dalam memerangi musuh-musuhnya mereka tak pernah segan sebesar apapun pihak yang mengganggu mereka, mereka tak pernah menyerah. Gajah adalah binatang yang cukup besar, tapi karena tekad dan semangat semut pantang menyerah, mereka bisa lumpuhkan dengan caranya sendiri, misal mereka menyerang masuk melalui telinga dan rongga-rongga yang terbuka lainnya  akhirnya mereka mampu melumpuhkannya.
Boleh jadi kita akan berkata, itukan aktivitas yang mereka lakukan semata-mata karena insting yang mereka miliki. Hal yang demikian ada benarnya, tapi mengapa manusia yang nota benenya disamping memiliki  insting juga akal fikiran dan hati nurani, tak pernah berfikir betapa semut yang begitu hebat norma kehidupannya, justeru  manusia tak menyadari betapa akal dan hati nuraninya sebagai anugrah Ilahi, tidak mereka gunakan untuk membimbing insting yang mereka miliki, tapi justeru hawa nafsunya yang mereka kedepankan, yang kadang-kadang tidak lagi mengindahkan norma-norma hidup.
  1. Perilaku Hidup Lebah. 
Akan halnya semut Lebah juga memeliki karekteristik yang hampir sama, hanya saja lebah tidak pernah hinggap di tempat-tempat kotor  seperti lalat yang selalu mencari tempat-tempat yang kotor, semut kadang juga ditmukan dan atau suka pada gula dan kotoran bangkai, inipun tidak seluruh jenis semut, beda halnya dengan lebah ia selalu mencari rizki yang bersih, ia selalu hinggap di pepohonan yang sedang berbunga untuk mengisap madunya dan hasil perolehannya mereka kumpulkan dalam gudang logistik yang sudah mereka siapkan untuk  itu. sebagimana kita ketahui madu lebah sudah teruji secara medis adalah obat berbagai penyakit,  dan sangat banyak manfa’atnya untuk manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar